PCOS Kini Disebut PMOS? Kenali Perbedaan, Gejala, dan Risikonya
Selama bertahun-tahun, istilah PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) digunakan untuk menggambarkan kondisi hormonal yang umum terjadi pada perempuan usia reproduktif. Namun, para ahli mulai menyadari bahwa nama tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kompleksitas kondisi yang dialami pasien.
Karena itu, pada tahun 2023–2024, sejumlah pakar internasional mengusulkan istilah baru yaitu PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome) untuk menggambarkan kondisi ini secara lebih akurat.
Mengapa perubahan ini penting? Karena ternyata PMOS bukan hanya masalah ovarium atau kista semata, melainkan gangguan yang melibatkan sistem hormonal, metabolisme, kesehatan mental, hingga risiko penyakit kronis di masa depan.
Apa Itu PCOS dan Kenapa Berubah Menjadi PMOS?
Istilah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) sering menimbulkan kesalahpahaman.
Banyak perempuan mengira bahwa mereka harus memiliki "kista" pada ovarium untuk didiagnosis PCOS. Padahal, tidak semua pasien PCOS memiliki kista ovarium, dan tidak semua perempuan dengan kista ovarium mengalami PCOS.
Selain itu, penelitian selama beberapa dekade menunjukkan bahwa kondisi ini sebenarnya melibatkan berbagai sistem tubuh, bukan hanya ovarium.
Karakteristik utama yang sering ditemukan pada pasien PMOS meliputi:
Resistensi insulin
Gangguan metabolisme
Ketidakseimbangan hormon reproduksi
Peradangan kronis tingkat rendah
Gangguan ovulasi
Kenaikan berat badan
Gangguan kesehatan mental
Karena itulah istilah PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome) dianggap lebih merepresentasikan kondisi sebenarnya:
Polyendocrine → melibatkan banyak sistem hormon
Metabolic → berkaitan erat dengan metabolisme dan insulin
Ovarian → tetap memengaruhi fungsi ovarium
Syndrome → terdiri dari kumpulan gejala yang saling berkaitan
Dengan kata lain, PMOS bukan hanya masalah reproduksi, tetapi juga kondisi kesehatan jangka panjang yang memengaruhi seluruh tubuh.
PMOS Memengaruhi Sistem Tubuh Apa Saja?
Salah satu alasan perubahan istilah ini adalah karena dampaknya jauh lebih luas dibanding yang selama ini dipahami.
1. Risiko Diabetes Tipe 2
Sebagian besar pasien PMOS memiliki derajat resistensi insulin tertentu.
Ketika tubuh tidak merespons insulin dengan baik, pankreas harus memproduksi insulin lebih banyak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko:
Prediabetes
Diabetes tipe 2
Kenaikan berat badan
Lemak visceral berlebih
2. Risiko Penyakit Jantung dan Stroke
PMOS sering disertai dengan:
Kolesterol tinggi
Trigliserida tinggi
Tekanan darah tinggi
Peradangan kronis
Kombinasi faktor tersebut meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular di kemudian hari.
3. Sleep Apnea
Banyak perempuan dengan PMOS mengalami:
Mendengkur
Tidur tidak nyenyak
Mudah mengantuk di siang hari
Kondisi ini dapat berkaitan dengan obesitas sentral dan gangguan metabolik yang sering menyertai PMOS.
4. Risiko Kanker Rahim (Endometrium)
Siklus menstruasi yang tidak teratur menyebabkan lapisan rahim terpapar estrogen tanpa keseimbangan progesteron yang optimal.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko:
Penebalan dinding rahim
Hiperplasia endometrium
Kanker endometrium
5. Depresi dan Kecemasan
PMOS tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga kesehatan mental.
Penelitian menunjukkan perempuan dengan PMOS memiliki risiko lebih tinggi mengalami:
Depresi
Gangguan kecemasan
Body image issues
Emotional eating
Penurunan kualitas hidup
Perubahan hormon, masalah kesuburan, jerawat, rambut rontok, dan kenaikan berat badan dapat berkontribusi terhadap kondisi tersebut.
Apa Saja Ciri dan Gejala PMOS?
Gejala PMOS dapat berbeda pada setiap perempuan. Namun beberapa tanda yang paling sering ditemukan meliputi:
Gangguan Menstruasi
Haid tidak teratur
Haid jarang
Tidak haid selama berbulan-bulan
Perdarahan menstruasi berlebihan
Tanda Kelebihan Hormon Androgen
Jerawat hormonal
Kulit berminyak
Rambut rontok
Tumbuh rambut berlebih pada wajah atau tubuh
Gangguan Metabolik
Berat badan mudah naik
Sulit menurunkan berat badan
Lingkar perut membesar
Mudah lapar
Sugar cravings
Gangguan Kesuburan
Sulit hamil
Ovulasi tidak teratur
Gangguan kualitas sel telur
Gejala Lainnya
Mudah lelah
Brain fog
Mood swing
Gangguan tidur
Kulit menggelap di area leher atau lipatan tubuh (acanthosis nigricans)
Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas secara bersamaan, pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan PMOS.
Kesimpulan
Perubahan istilah dari PCOS menjadi PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome) menunjukkan bahwa kondisi ini jauh lebih kompleks daripada sekadar masalah ovarium.
PMOS merupakan gangguan yang melibatkan sistem hormonal, metabolik, reproduksi, dan kesehatan mental secara bersamaan. Oleh karena itu, pendekatan penanganannya juga perlu bersifat menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada siklus menstruasi atau kesuburan.
Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu menurunkan risiko komplikasi jangka panjang seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan kesuburan, hingga masalah kesehatan mental.
Penanganan PMOS Menyeluruh di Filmore Medical
Di Filmore Medical, kami memahami bahwa PMOS membutuhkan pendekatan multidisiplin yang terintegrasi.
Layanan yang tersedia meliputi:
Konsultasi Obgyn & Dokter Spesialis Gizi Klinik (Sp.GK)
Untuk evaluasi hormonal, kesehatan reproduksi, manajemen berat badan, dan terapi nutrisi yang dipersonalisasi.
Konseling Psikolog & Psikiater
Untuk membantu mengelola stres, kecemasan, depresi, emotional eating, serta tantangan kesehatan mental yang sering menyertai PMOS.
Hormonal Weight Loss Program
Pendekatan berbasis medis untuk membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki kesehatan metabolik secara berkelanjutan.
USG Transvaginal & USG Abdominal
Untuk mengevaluasi kondisi ovarium, rahim, dan organ reproduksi lainnya.
PMOS Screening
Meliputi evaluasi gejala, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan penilaian faktor risiko metabolik secara menyeluruh.
Jika Anda mengalami haid tidak teratur, sulit menurunkan berat badan, jerawat hormonal, atau sedang merencanakan kehamilan, konsultasikan kondisi Anda dengan tim dokter Filmore Medical untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.
Klik di sini untuk tahu lokasi Filmore Medical terdekat, atau buat janji temu melalui Whatsapp.
Referensi
Teede H, Khomami M, Morman R et al.
Polyendocrine metabolic ovarian syndrome, the new name for polycystic ovary syndrome: a multistep global consensus process
International Evidence-Based Guideline for the Assessment and Management of Polycystic Ovary Syndrome (2023 Update).
Monash University Centre for Research Excellence in PCOS.
American Society for Reproductive Medicine (ASRM).
European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE).
Teede HJ, et al. Recommendations From the 2023 International Evidence-Based Guideline for PCOS.
World Health Organization (WHO) – Women’s Reproductive Health.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) – Polycystic Ovary Syndrome.