Lepas IUD Tanpa Takut Sakit: Mengenal Sensory Nerve Block

“Katanya kalau lepas IUD justru lebih sakit daripada pasangnya?”

Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika seseorang mulai mempertimbangkan untuk mengganti atau menghentikan kontrasepsi IUD.

Jawabannya: tidak selalu.

Setiap orang dapat memiliki pengalaman nyeri yang berbeda. Pelepasan IUD pada umumnya merupakan prosedur yang relatif singkat dan sederhana. Dalam sebuah studi terhadap 869 perempuan yang menjalani pelepasan IUD, sekitar 79,6% berhasil menjalani pelepasan pada percobaan pertama tanpa kesulitan. Hanya sebagian kecil yang mengalami nyeri bermakna, dan rasa sakit lebih tinggi pada kasus pelepasan yang sulit.

Jadi, bukan berarti lepas IUD pasti lebih sakit daripada pasang IUD.

Namun, kalau kamu pernah mengalami prosedur ginekologi yang terasa sangat nyeri atau memiliki kecemasan terhadap prosedur, wajar jika kamu ingin mengetahui pilihan untuk membantu mengurangi rasa sakit.

Salah satunya adalah sensory nerve block.

Kenapa Lepas IUD Bisa Terasa Sakit?

Saat IUD dilepas, dokter akan menemukan benang IUD yang keluar melalui serviks dan menariknya secara perlahan untuk mengeluarkan alat dari rahim.

Pada sebagian besar kasus, proses ini berlangsung dengan mudah.

Namun, pelepasan bisa menjadi lebih sulit apabila benang IUD tidak terlihat atau posisi IUD membuat proses removal menjadi lebih kompleks. Studi pada 869 kasus menemukan bahwa kasus pelepasan yang sulit memiliki tingkat nyeri yang lebih tinggi.

Selain faktor teknis, pengalaman nyeri juga dapat dipengaruhi oleh:

  • Sensitivitas tubuh terhadap nyeri

  • Kecemasan sebelum prosedur

  • Kondisi serviks

  • Riwayat pengalaman pemeriksaan panggul

  • Anatomi masing-masing individu

  • Tingkat kesulitan prosedur

Karena itu, tidak ada satu pengalaman IUD removal yang berlaku untuk semua perempuan.

Apakah Harus Menahan Sakit Saat Lepas IUD?

Tidak.

Rasa tidak nyaman memang dapat menjadi bagian dari prosedur medis tertentu, tetapi pasien tetap berhak mendiskusikan pilihan manajemen nyeri dengan dokter.

ACOG merekomendasikan agar pilihan pain management dibicarakan dan ditawarkan kepada pasien yang menjalani prosedur ginekologi di ruang praktik. Untuk prosedur IUD, pilihan dapat mencakup anestesi lokal dan pendekatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Artinya, kalau kamu merasa sangat khawatir dengan rasa sakit, kamu boleh menyampaikannya sebelum prosedur dimulai.


Apa Itu Sensory Nerve Block?

Secara sederhana, sensory nerve block adalah teknik anestesi lokal yang bertujuan mengurangi penghantaran sinyal nyeri dari area tertentu.

Tubuh memiliki jaringan saraf yang membawa berbagai informasi menuju otak, termasuk sensasi tekanan, sentuhan, dan nyeri.

Anestesi lokal dapat digunakan untuk menghambat transmisi sinyal nyeri pada area yang menjadi target sehingga sensasi nyeri selama prosedur dapat berkurang.

Jadi, konsepnya bukan membuat tubuh “mati rasa total”, tetapi membantu mengurangi sinyal nyeri yang diterima selama tindakan.

Bagaimana Sensory Nerve Block Membantu Prosedur IUD?

Pada prosedur ginekologi, salah satu bentuk anestesi lokal yang telah diteliti adalah paracervical nerve block.

Dalam penelitian randomized controlled trial pada perempuan yang menjalani pemasangan IUD, penggunaan 1% lidocaine paracervical block menghasilkan skor nyeri yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.

Dalam salah satu studi, median skor nyeri saat pemasangan IUD adalah 33 mm pada kelompok yang mendapatkan paracervical block dibandingkan 54 mm pada kelompok tanpa block.

Studi lainnya pada perempuan muda juga menemukan skor nyeri setelah pemasangan sebesar 30,0 dibandingkan 71,5 pada kelompok sham.

Namun, ada satu hal yang penting untuk diketahui:

Suntikan anestesinya sendiri dapat terasa tidak nyaman.

Karena itu, tujuan nerve block bukan menjanjikan prosedur yang 100% bebas sensasi, melainkan membantu mengurangi nyeri secara keseluruhan.


Sensory Nerve Block untuk IUD: Bukan Hanya Saat Pemasangan

Ketika membahas pain management IUD, banyak orang langsung berpikir tentang IUD insertion.

Padahal, perhatian terhadap kenyamanan pasien juga relevan ketika seseorang ingin melepas IUD.

ACOG menyebutkan bahwa intervensi yang memodulasi nyeri, termasuk anestesi lokal atau topikal, dapat membantu mengurangi kecemasan dan pengalaman traumatis yang berkaitan dengan prosedur pemasangan maupun pelepasan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD.

Namun, pilihan anestesi untuk setiap pasien tidak otomatis sama.

Dokter perlu menilai kondisi pasien, jenis prosedur, tingkat kesulitan, serta kebutuhan pain management sebelum menentukan pendekatan yang paling sesuai.

Apakah Sensory Nerve Block Membuat Lepas IUD Tidak Sakit Sama Sekali?

Tidak ada jaminan bahwa prosedur akan 100% bebas nyeri.

Sensasi yang dirasakan setiap orang berbeda dan efek anestesi juga dapat bervariasi.

Karena itu, lebih tepat mengatakan bahwa sensory nerve block dapat membantu mengurangi sensasi nyeri, bukan menjamin “lepas IUD tanpa rasa sakit”.

Yang juga penting, bukti penelitian tentang nerve block secara spesifik untuk IUD removal masih lebih terbatas dibandingkan bukti untuk IUD insertion.

Jadi, penggunaannya perlu berdasarkan evaluasi dan pertimbangan dokter, bukan sebagai prosedur yang wajib untuk setiap IUD removal.

Siapa yang Bisa Mempertimbangkan Pain Management Saat Lepas IUD?

Kamu dapat mendiskusikan pilihan pain management dengan dokter jika:

  • Sangat cemas menghadapi prosedur pelepasan IUD

  • Pernah mengalami nyeri berat saat pemeriksaan panggul

  • Memiliki pengalaman buruk dengan prosedur ginekologi sebelumnya

  • Memiliki sensitivitas tinggi terhadap nyeri

  • Mengantisipasi prosedur yang mungkin lebih sulit

  • Ingin mengetahui pilihan anestesi sebelum tindakan

Tidak perlu menunggu sampai prosedur dimulai untuk membicarakannya.

Kamu bisa langsung mengatakan kepada dokter:

“Dok, saya cukup takut dengan rasa sakit. Apakah ada pilihan anestesi atau pain management untuk prosedur ini?”

Takut Lepas IUD karena Sakit? Kamu Bisa Diskusikan Pilihannya

Kalau kamu sedang mempertimbangkan untuk melepas IUD tetapi masih khawatir dengan rasa sakit, jangan hanya mengandalkan cerita pengalaman orang lain.

Setiap tubuh dan setiap prosedur dapat berbeda.

Di Filmore Medical, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan pain management untuk prosedur ginekologi, termasuk sensory nerve block untuk membantu mengurangi sensasi nyeri pada prosedur tertentu.

Sensory nerve block juga tersedia di Filmore Medical untuk IUD insertion dan berbagai pelvic examination, sesuai evaluasi dokter.

Jadi, sebelum prosedur, jangan ragu untuk bertanya:

“Apa yang bisa dilakukan supaya prosedurnya lebih nyaman?”

Karena mendapatkan perawatan kesehatan reproduksi seharusnya bukan tentang seberapa kuat kamu bisa menahan sakit, tetapi tentang mendapatkan perawatan yang aman, informatif, dan sesuai dengan kebutuhanmu.

Konsultasikan kebutuhan pain management kamu dengan dokter Filmore Medical sebelum menjalani prosedur.

Klik di sini untuk tahu lokasi Filmore Medical terdekat, atau buat janji temu melalui Whatsapp.


FAQ

Apakah lepas IUD sakit?

Pelepasan IUD umumnya merupakan prosedur yang relatif mudah, tetapi tingkat ketidaknyamanan berbeda pada setiap orang. Studi menunjukkan bahwa nyeri lebih tinggi pada kasus pelepasan yang sulit.

Mana yang lebih sakit, pasang atau lepas IUD?

Tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua orang. Pemasangan dan pelepasan dapat menimbulkan sensasi yang berbeda, sementara prosedur pelepasan yang sulit dapat terasa lebih nyeri.

Apakah ada anestesi untuk lepas IUD?

Pilihan pain management dapat didiskusikan dengan dokter. Jenis anestesi yang digunakan bergantung pada prosedur dan kondisi pasien.

Apa itu sensory nerve block?

Sensory nerve block merupakan teknik anestesi lokal yang bertujuan mengurangi penghantaran sinyal nyeri dari area tertentu sehingga prosedur dapat terasa lebih nyaman.

Apakah sensory nerve block membuat prosedur IUD tidak sakit?

Tidak dapat menjamin prosedur sepenuhnya bebas nyeri. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa paracervical nerve block dengan lidocaine dapat mengurangi nyeri pada pemasangan IUD.

Referensi

  1. American College of Obstetricians and Gynecologists. Pain Management for In-Office Uterine and Cervical Procedures. 2025.

  2. American College of Obstetricians and Gynecologists. ACOG Releases New Recommendations on Pain Management for IUD Insertions, Other In-Office Gynecologic Procedures. 2025.

  3. Versailles, J. B., et al. Prospective Evaluation of Ease and Difficulties of 869 Cases of Intrauterine Devices Removals. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada. 2024.

  4. Mody, S. K., et al. Paracervical Block for Intrauterine Device Placement Among Nulliparous Women: A Randomized Controlled Trial. Obstetrics & Gynecology. 2018.

  5. Akers, A. Y., et al. Reducing Pain During Intrauterine Device Insertion: A Randomized Controlled Trial in Adolescents and Young Women. Obstetrics & Gynecology. 2017.

  6. American College of Obstetricians and Gynecologists. Access to Contraception. 2025.

Previous
Previous

Vaksin HPV Sebelum Menikah: Kenapa Penting untuk Perempuan dan Laki-Laki?

Next
Next

Pasang IUD Nggak Harus Sakit: Kenali Sensory Nerve Block untuk Membantu Mengurangi Nyeri