Pap Smear Sakit? Kenali Penyebabnya dan Cara Agar Pemeriksaan Lebih Nyaman

Pap Smear Sakit, Apakah Normal?

“Katanya Pap Smear cuma sebentar, tapi kenapa waktu spekulum masuk rasanya sakit?”

Pengalaman setiap perempuan saat menjalani Pap Smear bisa berbeda. Ada yang hanya merasakan sedikit tekanan atau rasa tidak nyaman, sementara sebagian lainnya dapat merasakan nyeri.

Saat pemeriksaan, dokter memasukkan spekulum secara perlahan ke dalam vagina agar serviks dapat terlihat. Setelah itu, sampel sel dari serviks diambil menggunakan alat seperti sikat kecil untuk diperiksa.

Proses pengambilan sampelnya sendiri berlangsung singkat. Namun, rasa sakit dapat muncul karena beberapa faktor, mulai dari kondisi vagina, ukuran spekulum, posisi serviks hingga kondisi kesehatan tertentu.

Jadi kalau Pap Smear pernah terasa sakit, bukan berarti kamu harus menahan rasa sakit tersebut setiap kali melakukan pemeriksaan.

1. Vagina Kering

Salah satu penyebab pemeriksaan dengan spekulum terasa lebih tidak nyaman adalah vaginal dryness atau vagina kering.

Ketika jaringan vagina lebih kering, masuknya spekulum dapat menimbulkan lebih banyak gesekan sehingga terasa perih atau tidak nyaman.

Kondisi ini terutama dapat terjadi pada perempuan yang mengalami perubahan hormon, termasuk pada masa menopause. Perubahan atrofi pada vagina dapat menyebabkan kekeringan dan membuat pemasangan spekulum menjadi lebih tidak nyaman atau bahkan nyeri.

Dokter atau tenaga kesehatan dapat menggunakan sedikit lubrikan yang sesuai untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan selama pemeriksaan. Pada kondisi vaginal atrophy tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan penanganan terlebih dahulu sebelum cervical screening.

2. Posisi Serviks Setiap Perempuan Bisa Berbeda

Anatomi tubuh setiap perempuan tidak persis sama.

Posisi uterus dan serviks dapat bervariasi. Pada beberapa orang, serviks dapat berada lebih posterior sehingga membutuhkan penyesuaian posisi atau sudut spekulum agar dokter dapat melihat serviks dengan jelas.

Panduan pengambilan sampel serviks juga menjelaskan bahwa tenaga kesehatan terkadang perlu mengubah sudut spekulum atau posisi pasien untuk mendapatkan visualisasi serviks yang baik.

Proses mencari posisi yang tepat inilah yang pada sebagian orang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Jadi, apabila dokter membutuhkan sedikit waktu untuk menemukan posisi serviks, bukan berarti ada sesuatu yang “salah” dengan tubuhmu.

3. Ukuran Spekulum Kurang Sesuai

Spekulum tersedia dalam berbagai ukuran, bukan hanya satu ukuran untuk semua pasien.

Pemilihan ukuran dapat disesuaikan dengan anatomi dan kebutuhan pemeriksaan. Panduan cervical screening bahkan merekomendasikan fasilitas pemeriksaan menyediakan pilihan mulai dari very small, small, medium, large hingga tipe tertentu untuk posisi serviks yang lebih sulit terlihat.

Kalau kamu pernah merasa spekulum sangat tidak nyaman, kamu boleh menyampaikannya kepada dokter.

Dalam kondisi yang memungkinkan, kamu juga dapat meminta dokter mempertimbangkan ukuran spekulum yang lebih kecil. Panduan cervical screening NHS secara eksplisit menyebut pasien dapat meminta smaller speculum untuk membantu membuat pemeriksaan lebih nyaman.

Namun, ukuran terkecil tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk setiap orang karena dokter tetap perlu mendapatkan visualisasi serviks yang cukup baik untuk mengambil sampel.

4. Infeksi atau Kondisi pada Area Intim

Rasa sakit saat pemeriksaan juga dapat berhubungan dengan kondisi yang sudah ada sebelumnya.

Misalnya, jika terdapat pelvic infection atau keluhan vaginal discharge yang sedang membutuhkan pengobatan, pemeriksaan cervical screening mungkin perlu dilakukan setelah kondisi tersebut ditangani. Panduan NHS menyarankan menunggu hingga pengobatan untuk unusual vaginal discharge atau pelvic infection selesai sebelum melakukan screening.

Karena itu, beri tahu dokter sebelum pemeriksaan jika kamu sedang mengalami:

  • nyeri atau rasa terbakar pada vagina,

  • keputihan yang berbeda dari biasanya,

  • gatal atau iritasi,

  • nyeri panggul,

  • perdarahan yang tidak biasa, atau

  • keluhan lain pada area intim.

Dokter dapat mengevaluasi terlebih dahulu apakah Pap Smear dapat dilakukan saat itu atau kondisi yang mendasarinya sebaiknya ditangani terlebih dahulu.

5. Otot Panggul Menegang atau Vaginismus

Ada perbedaan antara:

“Spekulum terasa tidak nyaman”

dan

“Spekulum sama sekali sulit atau tidak dapat dimasukkan karena tubuh secara involunter menegang.”

Jika penetrasi vagina berulang kali terasa sangat nyeri atau sulit, termasuk saat pemeriksaan ginekologi, kondisi seperti vaginismus atau gangguan pelvic floor lainnya dapat menjadi salah satu kemungkinan yang perlu dievaluasi.

Bukan berarti setiap Pap Smear yang sakit adalah vaginismus. Namun, jika rasa sakit sangat berat atau pemeriksaan tidak dapat dilakukan, jangan memaksakan diri.

Bicarakan dengan dokter mengenai pengalaman tersebut sehingga penyebabnya dapat dievaluasi dan pemeriksaan berikutnya dapat direncanakan dengan pendekatan yang lebih nyaman.

Pap Smear Tidak Harus Menjadi Pengalaman yang Menakutkan

Kalau pengalaman Pap Smear sebelumnya terasa sakit, kamu punya hak untuk menyampaikannya sebelum pemeriksaan berikutnya.

Ada beberapa adjustment yang dapat didiskusikan dengan dokter, misalnya menggunakan ukuran spekulum yang sesuai, menggunakan lubrikan dalam jumlah yang tepat, mencoba posisi pemeriksaan berbeda, atau memberi waktu lebih banyak agar tubuh lebih rileks.

Dan yang paling penting:

Kalau terasa sakit, bilang ke dokter.

Kamu tidak harus diam dan menahan rasa sakit hanya supaya pemeriksaannya cepat selesai. Panduan cervical screening menyebutkan bahwa bila pasien mengalami nyeri, pemeriksa sebaiknya berhenti dan memastikan apakah pasien ingin melanjutkan.

Tips Agar Pap Smear Lebih Nyaman

Sebelum pemeriksaan, beri tahu dokter jika kamu pernah mengalami pengalaman Pap Smear yang menyakitkan, memiliki vagina kering, sulit melakukan penetrasi, atau merasa sangat anxious terhadap pelvic examination.

Saat pemeriksaan, kamu juga dapat:

  • meminta dokter menjelaskan prosesnya terlebih dahulu,

  • mendiskusikan ukuran spekulum yang lebih nyaman,

  • meminta berhenti apabila terasa sakit,

  • mencoba bernapas perlahan agar otot lebih rileks,

  • mendiskusikan posisi pemeriksaan alternatif jika diperlukan.

Pada beberapa layanan cervical screening, pasien bahkan dapat meminta posisi lain seperti berbaring menyamping.

Tujuannya bukan sekadar “menyelesaikan Pap Smear”, tetapi membuat pemeriksaan tetap aman, efektif, dan senyaman mungkin.

Jangan Takut Pap Smear Hanya Karena Pengalaman Sebelumnya

Pengalaman pemeriksaan yang menyakitkan bisa membuat seseorang enggan melakukan Pap Smear kembali.

Padahal cervical screening merupakan salah satu langkah penting untuk mendeteksi perubahan abnormal pada serviks lebih dini.

Karena itu, daripada terus menghindari pemeriksaan karena takut sakit, ceritakan pengalamanmu kepada dokter sejak awal. Dengan mengetahui riwayat tersebut, dokter dapat menyesuaikan pendekatan pemeriksaan dan mengevaluasi apakah terdapat kondisi yang menyebabkan nyeri.

Pap Smear di Filmore Medical

Di Filmore Medical, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter ObGyn terlebih dahulu sebelum menjalani cervical screening.

Terutama jika kamu pernah mengalami Pap Smear yang terasa sakit, vagina kering, nyeri saat penetrasi, atau memiliki kekhawatiran terhadap pemeriksaan menggunakan spekulum, sampaikan kepada dokter sebelum pemeriksaan dimulai.

Di Filmore Medical, tersedia Sensory Nerve Block sebagai salah satu opsi pain management untuk membantu membuat prosedur invasif tertentu terasa lebih nyaman.

Sensory Nerve Block bekerja dengan memberikan anestesi lokal untuk menghambat sementara transmisi sinyal nyeri dari area yang ditargetkan, sehingga dapat membantu mengurangi sensasi nyeri selama prosedur tertentu.

Opsi ini dapat didiskusikan terutama jika kamu:

  • memiliki toleransi terhadap nyeri yang rendah,

  • pernah mengalami prosedur ginekologi yang terasa sangat nyeri,

  • merasa khawatir terhadap rasa sakit saat menjalani prosedur invasif, atau

  • ingin mendiskusikan pilihan pain management sebelum tindakan.

Namun, Sensory Nerve Block tidak otomatis diperlukan untuk setiap Pap Smear atau pemeriksaan ginekologi. Dokter akan terlebih dahulu mengevaluasi jenis prosedur, kondisi pasien, serta penyebab rasa nyeri untuk menentukan pendekatan yang paling sesuai.

Pap Smear dan prosedur kesehatan perempuan tidak harus menjadi pengalaman yang kamu jalani sambil menahan sakit.

Konsultasikan kebutuhanmu dengan dokter ObGyn di Filmore Medical dan tanyakan mengenai Sensory Nerve Block apabila kamu membutuhkan opsi pain management untuk prosedur yang lebih nyaman.

Klik di sini untuk tahu lokasi Filmore Medical terdekat, atau buat janji temu melalui Whatsapp.

Referensi

  1. NHS / UK Government. Your guide to NHS cervical screening. Baca panduan cervical screening

  2. NHS Cervical Screening Programme. Good practice guidance for cervical sample takers. Baca panduan clinical practice

  3. NHS Cervical Screening Programme. Anatomy, physiology, and taking cervical samples. Baca panduan pemilihan dan penggunaan spekulum

  4. American Cancer Society. Pap Test: Purpose and Results. Baca informasi Pap Test

Previous
Previous

HPV Positif Tapi Tidak Ada Lesi di Mulut Rahim? Ini yang Perlu Dilakukan

Next
Next

NAD Cell Booster: Mengenal The N-Solution IV Drip untuk Mendukung Energi Sel dan Metabolisme