Panduan Mudah Skrining Kesehatan Pranikah (Premarital Check Up)

pasangan melakukan skrining pranikah dengan dokter. konseling pranikah, check up pranikah, premarital check up, tes kesehatan pranikah, skrining pranikah, vaksin HPV pranikah, vaksin hepatiti B pasangan, pasangan menikah

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah (premarital check up) merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan fisik, reproduksi, dan genetik pasangan. Skrining ini tidak hanya bertujuan mendeteksi penyakit, tetapi juga mencegah risiko yang dapat memengaruhi kesuburan, kehamilan, serta kesehatan calon anak.

Beberapa kondisi kesehatan, terutama infeksi menular seksual dan kelainan genetik, sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan pranikah menjadi bagian dari upaya preventif yang berbasis medis.

1. Skrining Infeksi Menular Seksual (IMS)

Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi infeksi yang dapat menular ke pasangan maupun berdampak pada kehamilan.

Jenis tes yang dianjurkan meliputi:

  • Anti-HIV

  • Hepatitis B

  • Chlamydia dan Gonorrhea

  • Sifilis

  • Trichomonas vaginalis

  • Herpes simplex

Infeksi menular seksual sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi seperti infertilitas, kehamilan bermasalah, hingga penularan ke bayi.

2. Tes Darah: Golongan Darah dan Rhesus

Pemeriksaan ini mencakup:

  • Golongan darah (A, B, AB, O)

  • Faktor rhesus (positif atau negatif)

Perbedaan rhesus antara ibu dan janin dapat memengaruhi kesehatan bayi. Mengetahui status rhesus sejak awal membantu dokter merencanakan pencegahan selama kehamilan.

3. Skrining Fertilitas

Skrining ini bertujuan menilai kemampuan reproduksi dan mendeteksi potensi masalah kesuburan.

Pemeriksaan meliputi:

  • Analisis sperma pada pria

  • Pemeriksaan hormon pada wanita

  • USG organ reproduksi pada wanita

Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi penyebab kesulitan hamil dan menentukan langkah medis yang diperlukan.

4. Imunitas dan Vaksinasi

Pemeriksaan status imunisasi penting untuk melindungi ibu, pasangan, dan calon anak dari infeksi selama kehamilan.

Vaksin yang direkomendasikan antara lain:

  • Hepatitis B

  • Rubella

  • Varicella

Selain itu, vaksin HPV dianjurkan untuk mencegah kanker terkait HPV seperti kanker serviks, penis, dan anus. Vaksin ini paling efektif jika diberikan sebelum aktif secara seksual.

5. Skrining Genetik

Skrining genetik bertujuan mendeteksi apakah seseorang atau pasangan membawa gen penyakit tertentu.

Pemeriksaan meliputi:

  • Carrier screening seperti thalassemia, spinal muscular atrophy, atau cystic fibrosis

  • Penilaian risiko genetik

Tes ini membantu pasangan memahami risiko penyakit keturunan dan membuat keputusan yang lebih terinformasi terkait perencanaan keluarga.

Kesimpulan

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah mencakup skrining infeksi menular seksual, tes darah dan rhesus, evaluasi fertilitas, imunisasi, serta skrining genetik. Semua pemeriksaan ini bersifat preventif.

Tanpa skrining, banyak kondisi tidak terdeteksi karena tidak bergejala. Karena itu, pemeriksaan pranikah sebaiknya dilakukan beberapa bulan sebelum pernikahan agar ada waktu untuk penanganan jika ditemukan masalah.

Filmore Medical menyediakan berbagai service pranikah termasuk skrining IMS (STD/STI), vaksinasi, dan cek fertilitas yang juga tersedia dalam bentuk paket yang bisa anda lihat di bagian Premarital & Fertility kami.

Klik di sini untuk melihat lokasi Filmore Medical terdekat, atau konsultasi dan buat janji temu melalui Whatsapp.

Daftar Pustaka

World Health Organization. Preconception care: maximizing the gains for maternal and child health. Geneva: WHO; 2013.

Centers for Disease Control and Prevention. Preconception health and health care. Available from: https://www.cdc.gov/preconception

Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.

World Health Organization. Human papillomavirus (HPV) vaccines: WHO position paper. 2022. Available from: https://www.who.int

Next
Next

NAD+ IV Drip: Rahasia Anti-Aging, Energi, dan Fokus dalam Satu Terapi